Sabtu, 09 April 2011

Sekitar kehidupan di Pondok Jati Rasa dan sekitarnya




Selamat datang di Alas Wegode. Alas Wegode adalah daerah di mana Pondok Jati Rasa (PJR) sekarang ini berada. Nama Alas Wegode diberikan oleh para peziarah yang berhenti untuk beristirahat dalam perjalanan mereka ke Goa Langse. Alas Wegode artinya hutan lebat. Tanda-tanda hutan di daerah ini masih nampak, dan tetap perlu dipelihara. Goa Langse adalah nama goa di sebelah selatan Pondok Jati Rasa, kira-kira 1 km jalan kaki ke arah selatan di ujung tanjung yang dari sini masih harus menuruni tebing sedalam  200 meter. Goa Langse terbentang di dalam tebing mengarah ke perut bumi. Goa Langse biasanya didatangi oleh orang-orang dari tempat-tempat jauh dan dekat untuk bersemadi.

Pondok Jati Rasa adalah nama rumah dimana anda berada saat ini. Jati Rasa diberikan nama kepada rumah ini, selain karena rumah sendiri dibuat oleh Jati kuno dan dibawah hutan jati, makna pengertiannya mengandung maksud inti rasa. Rasa dalam bahasa Indonesia mempunyai banyak pengertian, yang terkait dengan lima indra manusia. Dengan nama ini, siapapun yang tinggal dan pernah berteduh di PJR, akan didorong untuk mencapai makna dari inti dirinya secara terpadu. Bangunan dari PJR dipindahkan dari desa Taji di Prambanan, dimana kakek buyut Farsijana pertama kali mendirikan rumahnya pada tahun 1822. Rumah bergaya limasan tidak lasim dibangun pada jaman itu. Tetapi kakek buyut, Karso Diryo adalah seorang lurah yang memerlukan rumah besar untuk melayani masyarakat dan memelihara anggota keluarganya. Pada bagian dalam dari PJR, dimulai dari dinding selatan ke arah timur, anda dapat mengurutkan sejarah pemindahan rumah kuno ini dari Prambanan ke Alas Wegode. Ritual pemindahan rumah ini diadakan tanggal 26 Juli 2004. Sementara proses membangun infrastruktur sebelum bisa membawa rumah kuno ini sudah dimulai sejak tahun 2000. PJR bukan rumah komersial. PJR dipakai sebagai rumah untuk menulis. Apabila PJR di pergunakan untuk tujuan lain seperti aktivitas retreat dimana pemakainya harus bermalam, kami senang jumlah pemakainya tidak lebih dari 15 orang. Tetapi kalau pemakainya hanya untuk tujuan aktivitas siang hari maka jumlah tidak menjadi masalah. Kecuali ada keterbatasan parkir mobil di halaman bawah di samping rumah.

Karena alam sekitar di PJR adalah bagian dari rumah itu sendiri, anda sebaiknya perlu mengenal sedikit beberapa kebiasaan kami ketika kami hidup di rumah itu.

            1. Rumah ini selalu sendiri.

Ada banyak keluarga monyet yang sering datang ke PJR. Dulu Bu Sar dan pak Tumijo datang secara rutin sesuai dengan jadwal mereka untuk merawat rumah ini. Tetapi sekarang mereka sudah menempati rumah batu, rumah yang dibuat khusus untuk mereka. Jadi hampir setiap hari mereka ada di daerah Pondok Jati Rasa. Kalau kami ke sana, mereka akan pulang ke kampungnya di Gabug yang berjarak 3 km dari sini. Kami selalu membersihkan dan merawat PJR ketika kami berada. Kami selalu meninggalkan PJR dalam keadaan bersih dan rapih ketika kami datang. Menyapu, mencuci barang-barang yang kami gunakan, membuka dan menutup pintu jendela, memasang dan melepaskan sprei sarung bantal, mengeluarkan dan memasukan meja, kursi dll, menyalakan dan mematikan listrik dan membuang dan mengumpulkan sampah adalah kegiatan pokok yang kami lakukan bersamaan dengan aktivitas belajar, mendaki, jalan-jalan dan lainnya yang kami ingin lakukan untuk mengakrabi alam pantai selatan selama kami di Pondok Jati Rasa.

      2. Air sangat langka di PJR.

Walaupun pada musim hujan, kami selalu menggunakan air dengan hati-hati. Untuk mencuci barang kotor, kami menggunakan dua waskom merah supaya air tidak langsung terbuang ke wastafel. Air bebas sabun bisa digunakan untuk menyirami tanaman di sekitarnya. Pada waktu akan mandi baru kami menampung air. Kecuali kalau buang air besar atau air kloset sudah perlu dialirkan, kami baru menggerakkan tombol penampungan air di kloset untuk dialirkan mengubah air kloset yang jernih dan bersih. Kami selalu mandi dua hari sekali kalau kami tinggal lebih dari seminggu supaya hemat air. Apabila kami melakukan kegiatan outdoor, kami hanya mandi pada sore hari supaya bersih ketika tidur malam. Apabila jumlah pemakai yang menginap dalam bentuk group maka kami berharap pemakaian air dapat dibatasi. Ketika anda tiba dan tinggalkan PJR, anda harus membuka dan menutup kran kontrol air yang terletak di bagian depan sebelah barat pada tanah di depan garasi mobil. Monyet bisa membuka kran dan bermain-main dengan air apabila kami lupa menutupnya kembali. Dari mana air yang mengalir ke Pondok Jati Rasa? Airnya berasal dari Goa Plawan. Kedalaman Gua Plawan kurang lebih 130 meter. Dalam jarak kurang lebih 2 km air sungai di gua Plawan dialirkan ke rumah kami. Kemudian air ditampung di bak yang sebenarnya dulu digunakan untuk menampung air hujan. Sebenarnya bak ini masih memungkinkan air hujan mengalir masuk di dalam bak supaya bisa menggunakan air gua Plawan dengan bijaksana.

3. Kami tidak membuat kompos.

Pada waktu kami mempersiapkan makanan, sisa sayuran, buah-buahan yang tidak dipilih, kulit atau biji buah, makanan sisa, selalu diletakan terpisah kemudian kami membawanya ke tempat dimana kami biasa memberi makan monyet atau anjing petani yang liar. Ada beberapa tempat yang biasa kami letakan makanan sisa ini supaya menarik perhatian monyet dan binatang lainnya. Pertama, di atas dinding batu paling atas sebelah timur sebelum jalan menurun ke PJR. Di tempat ini biasanya baik monyet dan anjing petani yang liar akan menemukan makanan mereka. Kedua, di sebelah utara, bagian tanjakan keluar dari jalan setapak menuju rumah generator. Biasanya keluarga monyet muncul dari daerah ini. Kami tidak membiarkan anjing petani yang liar berkeliaran di sekitar PJR. Kami membiarkan monyet mendekat, tetapi tidak membiarkan mereka bermain di teras PJR. Sering kali mereka akan menyelunup ke teras apabila kami di dalam rumah. Monyet jantan dengan tubuh gempal biasanya pemberani. Anda bisa melemparkan buah dan sayuran yang dirobek pendek-pendek seperti kacang panjang dari teras ke tanah di sebelah barat, apabila anda ingin memberi makanan gerombolan keluarga monyet. Berilah makan dengan strategis supaya ibu dengan bayinya yang lucu juga bisa mendapat haknya. Monyet pejantan selalu egois, maunya makanan lemparan hanya kepadanya. Kadang-kadang lama sekali monyet ngak kelihatan di sekitar rumah, maka sisa makanan tersebut kami tanam sebagai kompos.

            4. Penerangan, kelelapan tidur dan suara ombak.

Pada siang hari kami menggunakan penerangan hanya apabila cuaca mendung dan gelap karena hujan. Tetapi kami menggunakan listrik untuk mengoperasikan kulkas. Biasanya kami mengatur jadwal generator setiap 6 jam dipergunakan dan 6 jam berikut diistirahatkan. Kami selalu membawa makanan siap saji, jadi kami juga membawa boks es untuk menyimpan makanan. Dalam boks ini kami membawa 7 balok es yang akan dipindahkan ke dalam kulkas ketika kami tiba di PJR. Segeralah makanan dimasukan ke dalam kulkas, terutama makanan yang perlu disimpan. Balok es bisa diletakan pada bagian pembekuan karena ia akan berfungsi untuk mendinginkan kulkas ketika generator harus diistirahatkan pada waktu kami tidur sepanjang malam. Apabila anda tinggalkan PJR, kabel kulkas harus dilepaskan dan disandarkan pada gantungan tersedia didinding kulkas. Generator perlu diperiksa setiap dua jam untuk melihat apakah ia dalam keadaan normal. Biasanya generator membunyikan suara yang serak-serak ketika bensin sudah berkurang. Anda harus segera mematikannya dan mengisi bensin lagi apabila masih ingin menggunakannya. Pintu rumah generator tidak ditutup supaya asap panas disalurkan keluar. Sebelum anda tinggalkan PJR, pintu rumah generator harus digembokin. Oya, ada lampu emergency, anda bisa menggunakannya ketika anda akan menyalakan dan mematikan generator pada malam hari. Lampu emergency bertahan kurang lebih 8 jam tetapi tidak digunakan ketika kami tidur. Kami tidak pernah menggunakan lilin ketika akan mengoperasikan generator. Sangat berbahaya! Kami menggunakan lilin hanya apabila kami makan malam, sedang membuat api pada tungku perapian. Apabila ada lilin yang menyala, sebelum tidur, kami mematikannya semua.  Tidur tanpa lampu, anda akan terlelap dalam ketenangan dan kedamaian dari suara ombak yang dipecahkan pada batuan di bawah tebing di sana. Percayalah keesokkan harinya anda merasakan keajaiban dalam jiwa sendiri. Suara ombak akan menjadi bagian dari kerinduan jiwa yang memanggil-manggil anda kembali ke sana.

     5. Kunci rumah.

Untuk memasuki PJR, anda harus melewati pagar hitam pendek pada jalan bagian paling atas yang bertemu dengan jalan utama ke goa Langse. Anda harus mendapat kunci rumah PJR. Kunci pagar di sebelah timur dari jalan mobil bisa ditemukan pada  dompet kunci berwarna coklat. Sesudah pintu pagar di buka, mobil anda bisa melewatinya. Tetapi janganlah langsung tancap gas menjauh dari pagar tersebut. Kami biasanya mengunci pagar itu lagi kalau kami tidak bermaksud keluar lagi dari PJR. Kami melakukannya supaya menghindari orang-orang kesasar yang mungkin akan mengendarai mobil atau motornya ke dalam areal PJR. Tentu saja sebelum anda pulang, pagar bisa dibuka lagi dan ditutup seperti semula. Pada dompet kunci rumah, ada kunci ke pintu masuk di bagian selatan dari PJR. Bukalah pintu ini! Ketika anda akan meninggalkan PJR, pintu ini adalah pintu terakhir yang akan ditutup kembali. Selamat datang ke PJR. Sesudah anda masuk, pada sebelah sisi kiri dari pintu, ada rak kaca. Kumpulan kunci lainnya tergantung pada rak tersebut. Anda bisa menggantungkan dompet kunci disalah satu gantungan itu. Rangkaian kunci bertali yang ada pada tempat gantungan bisa diambil untuk membuka kamar-kamar di ruang bawah, termasuk kamar mandi dan gudang. Sebelum anda tinggalkan PJR, tutup kembali semua ruangan di bagian bawah dan letakkan rangkaian kunci bertali tersebut pada rak kunci di ruangan atas. Kami tidak melepaskan kunci-kunci dari rangkaian tersebut. Sesudah anda membuka pintu-pintu tersebut, silahkan kembalikan rangkaian kunci itu pada rak kunci di ruangan atas. Maaf kami biasanya tidur dengan pintu terbuka, jadi kami merasa pada kamar di bawahpun tidak perlu ada kunci sendiri di lubang pintu. Maaf juga kami belum sempat membuat kayu penahan untuk menutup kedua pintu kamar di ruangan bawah, tetapi jangan takut, kamar mandi anda di bawah bisa ditutup dari dalam.

            6. Pemasak harus berada dekat kompor tua.

Ketika anda tiba, sesudah siap menuju dapur, segeralah pasang kabel ke tabung gasnya. Kompor ini sangat tua. Pintu ovennya harus diangkat kalau anda membukanya tetapi tidak bisa menutupnya kembali. Engsel sisi kiri dari pintu oven sering keluar, jadi anda harus masukkannya kembali dan didorong pelan secara bersama-sama dengan sisi kanan supaya bisa menutup. Cara menggunakannya. Anda harus menggunakan korek api atau gas lighter yang biasa digunakan untuk membakar rokok untuk menyalakan kompor. Apabila anda hendak memakai oven, maka ambillah penutup bagian bawah, angkatnya keluar kemudian tekan tombol oven pada sisi depan bagian atas, nyalakan korek api untuk membakar besi berlubang berbentuk oval pada oven tsb. Anda selalu harus perhatikan tombol kontrol gas supaya jangan dibiarkan ”on” padahal mungkin karena angin apinya mati. Sangat berbahaya!!!  Kalau apinya mati, tolong kembalikan tombol kontrol gas dalam posisi ”off” dulu sebelum anda memulai lagi dari proses semula. Kalau anda mencoba membakar saja tanpa mengembalikan tombol ke posisi netral, mungkin anda akan membakar PJR!!! Jangan kuatir! Kami hanya menjelaskan tentang kelemahan kompor tua, tetapi kalau kami mengertinya dan menyesuaikan dengan keberadaannya, kami akan merasa tenang. Farsijana membakar roti dengan menggunakan oven ini. Ia memang harus bersabar dengan oven tua ini.  Kami selalu harus dekat dengan kompor tua ini ketika kami masak. Kami tidak bisa tinggalkan kompor tua, ketika api menyala atau ada makanan yang dimasak. Sebelum anda tinggalkan PJR, tolong membersihkan kompor tua dari cairan makanan yang menetas pada tutupan sumbu. Gunakan spons cuci tanpa sabun, kemudian dikeringkan dengan kertas atau kain lap bersih. Jangan lupa menutup lagi kompor tua ini dan melepaskan kabel dari tabungnya sebelum anda tinggalkan PJR.

      7. Barang, makanan, minuman panas dan lemari barang.

Secangkir kopi atau teh panas sangat nikmat diminum di PJR. Tolong letakkan minuman tersebut pada tatakan minuman supaya meja atau kursi kayu yang anda tempati tidak ternoda oleh kepanasan dari minuman panas. Anda bisa temukan tatakannya di dalam lemari atau bufet dapur. Kadang-kadang tatakan bisa ditemukan di atas bufet dapur. Apabila anda sedang masak dan akan meletakkan barang panas atau dingin pada bagian atas bufet, kami sarankan anda lebih dulu menyiapkan baki atau tempat tatakan khusus yang sudah disiapkan di atas bufet. Baki dapat ditemukan pada laci atas dari lemari dapur sedangkan tatakan makanan dari bahan kain dapat ditemukan di dalam kontener plastik sebelah paling utara di bawah tempat tidur di ruangan atas. Biasanya kami letakkan baki apabila kami akan mempersiapkan masakan, seperti mengiris sayuran, bumbu-bumbu dst. Baki digunakan terutama untuk bahan-bahan yang basah dan dingin.  Tolong tatakan ini dikembalikan kepada tempatnya semula sebelum anda tinggalkan PJR.

       8. Pisau dan talenan.

Pisau diletakan di atas rak gantungan pada dinding sebelah barat di dapur. Kami biasanya menggunakan talenan kayu untuk memotong roti. Sedangkan talenan plastik digunakan untuk memotong sayur, ikan, daging dll. Talenan kayu tergantung di salah satu rak. Ada dua rak, pertama rak yang terkantung pada dinding sebelah barat dan kedua, rak yang tergantung pada dinding kayu sebelah timur. Talenan plastik bisa ditemukan di dalam kontener plastik paling bawah di bawah wastafel di dapur. Talenan plastik berwarna biru muda. Anda harus mencucinya bersih dan dalam keadaan kering baru dimasukkan lagi ke dalam kontener plastik sebelum meninggalkan PJR.

9. Sabun, sabut cucian dan sabun tangan

Di bawah wastafel dapur terdapat dua kontener lainnya yang menyimpan berbagai macam cairan dan sabun. Ada tiga wastafel di PJR. Wastafel kedua adalah wastafel di sebelah barat kamar mandi atas dan wastafel dalam kamar mandi bawah. Kontener paling atas menyimpan botol sabun cuci tangan. Silahkan dikeluarkan dan letakkan pada wastafel dapur dan di kamar mandi bawah. Botol sabun tangan untuk wastafel kamar mandi atas dapat ditemukan dalam lemari kecil di dekat jendela kamar atas di sebelah barat. Silahkan menggunakannya dan keringkan lagi sebelum anda mengembalikannya di tempat semula. Sabun cairan cucian ada dalam botol di kontener kecil di bawah wastafel dapur. Sementara dalam kontener bekas ice cream di atas rak rotan di bawah wastafel dapur terdapat sabun colek. Pada kontener yang sama terdapat spons cucian yang diletakan terpisah. Kami selalu mengeringkan spons dan bebas dari sabun sebelum diletakkan kembali dalam kontener tsb. Spons yang basah dan bercampur sabun sepanjang malam tidak sehat untuk kita. Cairan lainnya seperti cairan kayu juga disimpan di dalam kontiner nomor dua dari susunan kontener tsb. Kami  tidak menyarankan anda untuk menggunakannya, kecuali anda sungguh mau membersihkan meja-meja kayu tsb. Ibu Sar biasanya menggunakannya untuk membersihkan meja dan lemari kayu. Kami mengembalikan semua sabun, sabun tangan dan sabut yang dikeluarkan kembali ke dalam kontenernya sebelum kami tinggalkan PJR.

             10. Kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

Apabila anda mencari kotak P3K, silahkan menemukannya pada laci kedua dari lemari kecil di dalam kamar atas sebelah barat dekat jendela utara. Kotak plastik berwarna biru berisi obat-obat emergency. Silahkan menggunakannya apabila anda sungguh memerlukannya. Menyetop darah karena terpotong dilakukan dengan menekan bagian tubuh yang terpotong selama 20 menit baru kemudian memberikan obat betadin sebelum ditutupi kapas atau dibalutin plester. Ada alkohol untuk membersihkan luka kalau memang diperlukan. Silahkan buanglah kotoran di tempat sampah plastik.

            11. Sampah.

Tempat sampah dari tikar bukan untuk sampah basah. Kami selalu membungkus dengan plastik tempat sampah tikar, tempat sampah plastik di kamar atas, tempat sampah di kamar bawah dan tempat sampah di dapur. Tempat sampah di kamar-kamar bisa digunakan untuk sampah basah bukan makanan. Anda bisa menemukan tempat sampah biru di bawah wastafel dapur untuk dipergunakan di kamar bawah. Silahkan menggembalikan lagi ke tempatnya sebelum anda tinggalkan PJR. Tetapi tempat sampah di dapur hanya untuk makanan sisa. Misalkan sisa makanan, kalau tidak diberikan kepada anjing petani yang liar sebelum dicuci sebaiknya dimasukan dalam tempat sampah di bawah wastafel dapur. Sisa makanan pada saluran saringan di wastafel juga harus dibuang pada tempat sampah dapur. Kami selalu pergi tidur dengan wastafel yang kering, saluran saringannya bersih dari makanan sisa, demikian juga dengan sabut spons. Sebelum tidur, kami selalu memindahkan sampah-sampah dari masing-masing tempat ke dalam tempat sampah besar. Untuk sampah kering, kami satukan dalam satu plastik, kemudian sampah basah disendirikan. Kami masukan sampah tersebut pada kontener kotak berwarna biru dan hijau muda yang sebelumnya diberikan plastik besar. Kalau tidak ada plastik besar, kami letakkan saja plastik sampah tersebut pada kontener, tetapi sebelum tinggalkan PJR, kami mencuci kontiner tersebut dan menyemurnya di atas wastafel. Bu Sar akan mengembalikannya ke tempat semula, apabila sudah kering. Ketika kami kembali ke Yogya, plastik sampah ini dibawa dan dibuang di tempat pembuangan sampah di Parangtritis. Ketika mobil menurun ke arah pantai Parangtritis, pilihlah belokan pertama sesudah jalan menurun itu, tempat penampungan sampah terletak hanya 40 meter dari pertigaan tsb.

             12. Keringkan barang cucian dan penataan kembali.

Karena dapur kami kecil dan barang-barangnya terbatas, kami tidak membiarkan barang cucian bertumbuk. Kami selalu mencuci segera sesudah kami menggunakannya. Pada pagi s/d malam hari sebelum tidur, kami selalu menjemur barang cuci di luar rumah, di depan dapur pada bagian timur dari rumah. Kami menggunakan strategi ini terutama kalau tidak hujan. Kami mengeluarkan rak bambu yang besar dan kecil yang diletakkan di depan pintu dapur bagian timur. Kontener-kontener yang berada pada rak rotan bisa diletakkan di bawah bufet dapur dan dikembalikan lagi sesudah rak rotan dimasukan lagi di dalam dapur. Anda bisa mendapatkan  rak plastik dari dalam kontener paling bawah di bawah wastafel dapur. Ada rak plastik jemuran piring berwarna hijau muda dan satu tempat jempuran plastik berwarna biru tua. Kami meletakan kedua rak ini pada rak bambu besar. Kalau kami menggunakan piring-piring segi empat stoneware untuk makan, kami tidak menjemurnya semua langsung pada rak plastik piring, karena bisa fatal. Piring-piring terlalu berat untuk diletakkan semuanya pada rak plastik tersebut. Sebagai gantinya kami meletakkan gelas dan beberapa piring saja dijemur di situ. Piring-piring coklat tidak bermasalah kalau dijemur di situ. Kami menutupi rak rotan besar ini dengan kain katun krem yang bisa ditemukan dalam kontener kain di bawah tempat tidur. Dengan meletakan kain crem bahan kain pel, air cucian terserap cepat dan barang-barangnya kering segera. Anda masih perlu mengering sedikit sebelum dipergunakan. Anda disarankan mengeringkan kain crem ini di teras rumah sebelah barat kalau anda selesai menggunakannya. Dari jam 1-5 sore, teras depan rumah sebelah barat sangat panas. Anda bisa menjemur kasur, bantal, sprei atau kain basah pada pagar teras ini. Seringkali juga kami menjemur kain-kain basah di bawah pohon jati di sebelah utara rumah.  Jepitan pakaian tersedia di salah satu laci dari meja panjang di ruang makan.  

13. Kontiner di bawah tempat tidur di kamar atas.

Di bawah tempat tidur ada beberapa kontener yang menyimpan gelas dan ceret plastik cs, selimut tebal, sprei, keset, serbet, tissue toilet, tatakan kain, taplak meja dll. Anda bisa menggunakan apa saja pada kontener ini. Kecuali gelas plastik, ceretnya, tatakan makanan, tutup teko panas yang harus dikembalikan ke dalam kontener tentu saja dalam keadaan bersih dan kering, lainnya silahkan yang ditampung sebagai cucian kotor yang harus dibawa ke Yogyakarta untuk dicuci.  

            14. Cucian kotor.

Betul, kami mencuci semua cucian kotor di Yogya karena tidak ada air di PJR. Kami memasukannya dalam sarung bantal yang bukan berbahan putih. Kami tidak pernah melap kaki pada handuk, sprei dan sarung bantal. Kaki dilap pada keset. Kami membiarkan kaki yang dicuci bersih kering sendiri. Jadi cucian kotor bukanlah cucian yang terlengket dengan tanah dan sukar dibersihkan. Semua yang dipakai, perlu dibersihkan tetapi tidak harus menggunakan tenaga ekstra untuk membersihkannya.

      15. Air minuman, coffee dan tea maker.

Karena air yang dipakai di PJR adalah campuran tampungan air hujan dan air dari gua Plawan, maka anda sebaiknya memasak air hingga mendidih. Kami selalu minum dari air mineral. Tetapi memasak dan membuat kopi/teh kami merebus dari air tampungan. Silahkan mengambil ceret plastik biru muda untuk dipakai sebagai ceret air yang dapat diletakkan di kamar-kamar. Anda dapat mengambilnya di dalam kontener di bawah tempat tidur di ruangan atas. Dalam kontener ini ada baki plastik biru. Kami biasanya meletakkan gelas plastik/ceret yang diletakkan di atas meja di kamar bawah atau di atas lemari kecil di kamar atas. Anda bisa menggunakan Italian Coffee maker apabila anda tahu caranya. Kami tidak sarankan anda menggunakannya kalau tidak jelas. Kalau anda tahu, mohon memperhatikan proses penyuciannya supaya spare parts nya tidak hilang pada waktu dibuka ketika anda membersihkan kopi dari filter tersebut. Kalau anda menggunakannya dan akan membersihkan Italian Coffee maker ini tolong perhatikan urutan disusun, sehingga anda tahu menyusunnya kembali sesudah dibuka untuk dicuci dan dikeringkan lebih dulu sebelum dipergunakan lagi.

            16. Simpan tertutup alat-alat masak dan makan.

Mungkin pada waktu anda tidur ada tikus yang jalan-jalan. Ingat anda sedang tinggal di dalam hutan. PJR adalah bagian dari hutan tersebut. Kami menyimpan sendok-sendok, bumbu-bumbu masak di dalam kontener. Silahkan temukan sendiri dan gunakan, tetapi tolong dikembalikan kepada tempatnya semula. Kontener kecil biru yang menyimpan sendok dll harus dimasukan dalam lemari dapur sebelum anda tinggalkan PJR. Sendok-sendok saji ada pada kontener besar di atas rak rotan. Khusus untuk sendok-sendok kayu, kami tidak memasukkannya dalam kontener plastik apabila belum kering, karena bisa berjamur. Kami menggantung saja di pada rak gantungan.

17. Menggunakan barang pecah belah.

Semua barang di PJR, kecuali piring makan coklat, adalah stoneware. Anda bisa meletakkannya di atas api. Kami tidak meletakkan langsung piring-piring segi empat dan mangkuk di atas api, kecuali di dalam oven. Kami menggunakan basi yang terletak pada rak kayu dekat pintu dapur sebelah utara langsung di api. Kami menanak nasi secara tradisional. Pertama kami memasaknya dengan cara steam kemudian mengukusnya. Untuk steam kami menggunakan basi Cina. Memang alat-alat dapur ini tidak disiapkan untuk dipakai dalam jumlah banyak, jadi kami harap anda bersabar karena mungkin harus memasaknya beberapa kali supaya nasi cukup untuk komunitas anda.  Ada termos nasi, silahkan masukan nasi yang sudah matang supaya tetap hangat.

             18. Menata tempat tidur.

Kami menampung semua bantal pada tempat tidur di ruangan atas, kecuali bantal dari tempat tidur di ruang bawah. Anda bisa mendapat sarung bantal dan menyarungkan sesuai dengan ukuran bantal yang ada. Ada dua bantal gede biasanya kami letakan dengan kursi di dekat perapian. Kami tidak menyarung kedua bantal ini. Semua tempat tidur harus dipasangkan sprei. Pagi hari sesudah kami bangun, khususnya untuk tempat tidur atas, kami melepaskan sprei dan menganginkannya di pagar teras. Kami senang menjadikan tempat tidur di ruang atas sebagai tempat baca pada siang hari. Malam hari ia menjadi tempat tidur yang ditutupi dengan kelambu. Siang hari, kami membuka kelambu dengan mengaitnya di sisi kiri dan kanan dari pagar tempat tidur. Tempat tidur di bawah belum ada kelambu. Pada malam hari sering ada banyak binatang kecil yang senang terang, jadi kami hanya masuk kamar sesudah kami mau tidur dan tidur tanpa lampu. Di atas tempat tidur di ruangan atas, ada gulungan kasur. Anda bisa menggunakannya untuk tidur di dek/teras PJR. Silahkan menggembalikan lagi kasur dalam keadaan kering dan tersarung pada tempatnya semula di atas tempat tidur di kamar atas. Letakkanlah kasur tersebut secara baik, hati-hati supaya tutupan kelambu bagian atas tidak terbuka karena akan menjadi jalan masuk tikus. Sebelum anda tinggalkan PJR, kembalikan semua bantal tanpa sarungnya, kecuali kedua bantal biru gede pada tempat tidur ini. Tolong perhatikan kelambu supaya dimasukan dibawah kasur secara rapat supaya tidak terbuka untuk jalan masuk tikus.

            19. Tanpa sepatu dan sapu lantai setiap hari

Kami tidak menggunakan sepatu dalam rumah. Apabila anda tamu perempuan, kami menyediakan beberapa sandal di dalam lemari kecil di sebelah selatan dari dinding dalam pada kamar atas. Silahkan menyapu rumah setiap pagi karena pada malam hari banyak serangga yang berpesta semalaman dan mati sebelum terang tiba. Hindari menggunakan sepatu atau sandal di semua kamar mandi. Kalau anda mau mencuci sepatu atau sandal kotor dari tanah, silahkan melakukannya di sisi utara rumah bagian atas atau di sisi selatan rumah bagian bawah. Letakkanlah keset kain di setiap jalan masuk ke kamar-kamar, dapur, dan kamar mandi. Kadang-kadang keset bisa menyebabkan anda terkelincir. Jadi hati-hatilah. Kalau ada anak-anak, sebaiknya keset dipinggirkan saja supaya anak-anak yang berlari tidak terpeleset. Terutama kalau hujan, anda perlu menyeka kaki sebelum masuk ke dalam ruangan.

            20. Pintu dan jendela

Kami menutup semua pintu dan jendela tanpa menguncinya kecuali pintu kamar atas dimana kami tidur pada malam hari. Kami melakukannya bukan karena takut, tetapi menghindari masukannya binatang yang tidak dikehendaki. Memang kami belum pernah kedatangan ular. Tetapi menutup pintu dan jendela akan memberikan kehangatan pada rumah ketika kami tidur. Silahkan anda membuka jendela saja pada waktu anda tidur di kamar bawah. Ketika hujan kami menutup semua pintu di bagian timur, utara dan selatan karena sering kali air tampias masuk ke dalam rumah dan merusak pintu bagian dalam.

             21.  Perapian.

            Anda akan mempunyai pengalaman indah menonton api pada perapian di PJR, terutama kalau cuacanya sangat dingin. Kami melakukannya sering. Ketika anda sedang membuat perapian, bukalah kedua jendela di sisi perapian tersebut. Juga buka pintu di sebelah barat dengan perapian kalau tidak ada angin. Sesudah menggunakan perapian, silahkan bersihkan debunya dan mengembalikannya seperti dalam keadaan semula. Buanglah debu kayu keluar rumah di bawah pohon jati di sebelah utara. Jangan pergi tidur dengan bara api masih membara  dan banyak kayu yang masih terbakar. Kami selalu memastikan tidak ada api dan bara sebelum kami pergi tidur. 

           22. Hutan

Kami berusaha menjaga hutan. Kami sudah menanam lagi kurang lebih 2000  pohon. Luar areal PJR sekitar 9 ha. Ada beberapa nama lokasi selain Alas Wegode dimana PJR berada. Setiap lokasi diberikan nama menurut karakter alamnya. Kami berharap anda bisa menjaga hutan yang sengaja dibiarkan liar dan hijau. Anda akan lihat, berbagai binatang liar. Biarkanlah mereka berkeliaran tanpa dikejar dan dilemparin. Kalau anda melihat sampah plastik dan kaleng tolong diambil untuk ditampung pada tempat sampah sebelum anda turunkan bersama anda dalam perjalanan pulang ke Yogya. Janganlah menanam tanaman sembarang pada hutan di sekitar PJR sebelum anda berkonsultasi dengan kami.  Kami juga membiarkan daun dan batang pohon membusuk di tanah. Pengumpul makanan ternak sudah mengerti bahwa kami tidak mengizinkan mereka memotong daun dan batang apapun di areal PJR.  Kalau ada batang pohon yang rubuh, baringkanlah pada tanah. Anda akan menikmat bau tanah di pagi hari karena tanahnya berbaur dengan tanaman yang membusuk. Biasanya kami menikmati bau tanah ketika berjalan pagi keliling areal di antara jam 06.30 sd 09.00.

Ada dua rute perjalanan keliling hutan Alas Wegode. Pertama kurang lebih selama 1-2 jam untuk ukuran perjalanan dengan ritme saya. Suami saya, mas Adi, atau pak Bernie, bisa menyelesaikan selama 1-1,5 jam. Rutenya dimulai dari arah barat dari PJR naik ke bukit Kemitiran kemudian mengelilingi lokasi diperbatasan areal rumah Romo Wiyogo, mantan gubernur DKI Jakarta sampai ke jalan goa langse kemudian masuk lagi ke hutan. Ikut terus jalan melalui bak penampungan air sebelum turun lagi ke PJR.

Rute kedua adalah melalui lembah di sebelah timur PJR kemudian melewati beberapa bukit. Anda bisa melihat rumah bu Sar dan pak Tumijo. Rumah mereka diberi nama Pondok Tiga Jati. Rumah ketiga yang akan dilewati adalah Rumah bukit kapal. Diberikan nama ini karena rumah batu dibangun di atas bukit yang berbentuk kapal. Ketika anda berada di sana serasa sedang berdiri di dek dari kapal yang sedang berjalan. Saya sangat senang rute kedua ini karena lebih lama. Kira-kira 2,5 jam untuk kecepatan saja. Hampir pemandangannya menyusuri pantai dan pada bagian perbukitan yang jauh dari pantai, kita masih bisa menonton laut. Pada kedua rute ini anda akan menemukan teman-teman saya yang bisa saya sapa sebagai pohon gajah, pohon gurita, dan berbagai batu-batuan berwajah yang bisa diinterpretasikan bermacam-macam bentuk. Mereka semua seolah-olah hidup berdampingan dengan bunga-bunga kupu-kupu, serangga dan binatang hutan lainnya.

Ada kurang lebih 27 tanaman langka yang digunakan sebagai tanaman obat, bahan membuat pusaka, bahan kayu bangunan dan lain-lain. Kami memelihara mereka semua dan membiarkan mereka hidup dengan damai. Saya masih harus menyelesaikan dokumentasi tentang nama-nama tanaman di berbagai berbukitan. Tetapi pada rute kedua anda akan bertemu pohon IPE sebagaimana disebut dalam bahasa setempat, yaitu pohon yang saya selalu menyapa sebagai pohon orang tua (the parent tree). Ini pohon kuno yang sulit bertumbuh dan diameternya lebih dari 4-5 meter.

Kami berharap cerita tentang kebiasaan kami ini tidak mempengaruhi kenikmatan anda menghayati makna diri sendiri di Pondok Jati Rasa. PJR dan daerah sekitarnya adalah keindahan yang kudus dari ciptaan Allah. Kesempurnaan keindahan bisa disyukur apabila ada  kelapangan hati untuk mewariskan kebiasaan yang baik kepada bumi kita dan orang lain yang akan berumah sebentar di sana. Selamat berlibur dan menikmati kebajikan Tuhan dalam menciptakan alam indah raya ini. Kami yakin anda akan menemukan keajaiban dalam diri sendiri karena keajaiban itu terlihat langsung dalam alam raya yang sungguh menakjubkan. Tuhan memberkati kita semua. Salam dan doa.

    Yogyakarta, Pondok Tali Rasa
   Januari 2007 direvisi April 2011

Farsijana dan Bernard Adeney-Risakotta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar